Wagub DKI vs Wagub Jabar dari Sisi Marketing

Wagub DKI vs Wagub Jabar dari Sisi Marketing

Kenapa tidak bahas Wagub lain, TMDOTCOM? Menurut kami, dua Wagub ini sangat perlu dibahas dari segi marketing. Karna memang hanya mereka yang menonjol di media ketimbang wagub-wagub lain kan?

Oke, jadi ini semua berawal ketika TMDOTCOM lagi nonton TV, berkali-kali kami melihat pemberitaan tentang Wagub Jabar, Deddy Mizwar. Terutama ketika memasuki bulan puasa kemarin. Mulai dari bintang iklan minuman penyegar yang ia bintangi hingga sinetron religi Pacar Pencari Tuhan. Kami jadi mikir, eksis amat ini Wagub. Gak ada kerjaan apa biar eksis aja gitu.

Disuatu hari kemudian TMDOTCOM baca koran dan melihat berita tentang Wagub DKI, Basuki. Berita yang kami baca tentang masalah korupsi di lembaga Uji KIR di Jakarta. Dari situ timbul pikiran, Pak Basuki ini marah-marah mulu dari dulu. Apa pejabat-pejabat kita yang emang pantes dimarahin atau Pak Basuki ini yang hobi marah (biar eksis)?

Ternyata, apa yang mereka lakukan sebetulnya hanyalah sebuah taktik marketing. Ya kami baru menyadari, mereka berdua memang orang yang pintar. Mereka tahu menjadi orang nomor 2 itu gak enak, gak ada orang yang ingat peringkat 2 kan? Makanya orang rebutan jadi Presiden bukan jadi Wakil Presiden. Orang tua kita juga dulu mengajarkan agar anak nya menjadi nomor 1 di sekolah kan? Bukan nomor 2 di sekolah.

Maka dari itu, Pak Deddy dan Pak Basuki menerapkan taktik marketing agar mereka bisa sama menonjol nya dengan Gubernur mereka. Seperti apa, cekidot..

Deddy Mizwar

tukangmarketing.com | Website humor Indonesia

Ini Sosis ku..Mau?

Sebelum jadi Wakil Gubernur nya Pak Aher, Bung Deddy ini sudah berkecimpung di dunia selebritis. Bahkan tergolong artis senior yang masih laris manis di pasaran. Banyak artis senior yang “gugur” karna usia, tapi Deddy Mizwar malah makin laris. Mulai dari bintang iklan, ceramah agama, main sinetron, semua dijabanin sama Deddy. Hingga akhirnya tawaran untuk berpolitik pun datang dari Pak Ahmad Heryawan (Aher) yang mengajak Deddy untuk menemani nya di kursi kepemimpinan Jawa Barat. Gayung bersambut, Deddy pun menerima pinangan Aher dan mereka berduet memimpin Jawa Barat.

Tapi memang naluri Deddy Mizwar masih berada di dunia seni peran, Deddy tetap menerima tawaran bintang iklan dan main sinetron dari sejumlah produk dan TV, yang akhirnya menimbulkan kritikan dari masyarakat. Tapi jangan salahkan beliau, karna yang beliau lakukan sebetulnya sama seperti manusia pada umumnya, bertahan hidup.

Taktik Marketing: Media TV adalah senjata nya Deddy Mizwar untuk tetap eksis. Deddy tahu jika ia kerja full time di kantor pemerintahan, ya udah pasti masyarakat lama kelamaan akan lupa. Dan buruknya, kalau masyarakat lupa, maka produser juga bisa males pakai jasa dia. Sedangkan karir di pemerintahan kan tidak selama nya. Alasan berdakwah pun jadi kunci penting untuk ngeles dari kritikan. Ini alasan yang bagus, kenapa bagus? Ya karna rakyat Indonesia demen dengan dakwah. Misal: Dakwah tentang minuman penyegar cap Buduk. Atau Sosis rasa arabian (iya gede pasti).

Kesimpulan: Dengan taktik kerja part time di pemerintahan dan TV membuat Deddy menciptakan 2 hasil bagus yaitu, belajar politik dan kepemimpinan serta tetap dikenal masyarakat dan menyelamatkan masa depan nya di dunia artis. Dan lagi, duit banyak dari ngartis, kan berarti Deddy Mizwar gak perlu korupsi, ya gak sih?

Basuki Tjahaja Purnama

tukangmarketing.com | Website humor Indonesia | majalah marketing online

Siape yang bilang gue merem tadi??!!

Atau dikenal dengan nama Ahok ini tadinya Bupati di Belitung Timur. Dan sempat menjabat di DPR juga sebagai…ya gitu deh, kami lupa #antiklimaks. Secara tiba-tiba nama Ahok ramai diperbincangkan karna partai Gerindra yang kerja sama dengan PDIP mengusulkan nama Ahok sebagai calon wagub DKI bersama Jokowi. Seketika Jakarta heboh, karna baru kali ini ada orang minoritas (yang paling gak diinginkan) memimpin Jakarta. Siapa yang suka Ahok? Dia Cina, juga Kristen, ini kan 2 kesalahan yang paling jangan untuk pemimpin #Sarkas.

Beliau mulai dikenal ketika meng-upload video rapat pemprov DKI yang isinya entah apa, tapi dia marah-marahin beberapa staff yang gaptek karna gak ngerti cara pakai mesin cuci terbaru (eh iya gak sih?). Ahok yang ditugaskan Jokowi untuk menangani pemprov dari dalam alias birokrasi dan lain-lain nya makin garang, makin terlihat galak. Banyak korban yang kena omelan nya, dan beberapa diantara nya berakhir dengan pemecatan.

Taktik Marketing: Marah-marah adalah taktik nya Pak Ahok untuk dikenal. Ahok ini ternyata cukup pintar, dia gak cuman marah-marah doang, tapi juga meng-upload video marah nya ke Youtube. TMDOTCOM gak tahu sih ya, tapi mungkin saja karna Ahok ini, channel youtube Pemprov DKI jadi lebih hidup. Ahok juga bukan sekedar marah-marah doang, dia blusukan juga ke kantor pemerintahan yang mencurigakan (gantiin Jokowi yang bakal jadi Presiden), begitu ketemu masalah, dia marah-marah lagi. Media senang dengan berita marah-marah Ahok.

Kesimpulan: Bukan cuma kerja beresin birokrasi ngawur Jakarta, tapi Ahok membuktikan pemanfaatan teknologi digital marketing untuk “menjual” dirinya ke masyarakat. Ada call center aktif, Twitter, channel Youtube, dan koran online-offline. Ahok tahu dia gak punya keahlian di dunia seni peran, makanya dia muncul dengan tawaran berupa kerja lapangan dan marah-marah.

Ada yang mau nambahin taktik mereka berdua? Tambahin aje di kolom komentar bray..

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*