Sosial Media Bisa Membunuh Anda.

Sosial Media Bisa Membunuh Anda.

Jika anda tidak pernah mewaspadai nya. Majalah marketing online, TMDOTCOM kali ini bakal ngebahas tentang sosmed. Iyap..Sosial media ini bagaikan pedang bermata dua. Di sisi depan dia bisa jadi senjata kita untuk terkenal, di sisi belakang dia bisa menusuk kita.

Pada dasarnya ketika anda memutuskan untuk terjun ke dunia sosial media, anda harus siap akan berbagai hal. Anda harus siap dikenal banyak orang, dan ketika sudah dikenal, siapkah anda untuk diserang para haters? Sosial media adalah sarana bagi pemilik usaha untuk merangkul dan berkomunikasi dengan pelanggan nya. Juga sebagai sarana customer service. Karna ingatlah, anda tidak bisa mengontrol percakapan yang terjadi di sosial media. Paling mentok, anda cuma bisa melihat. Dan menjawab jika ada pertanyaan. Itu kenapa Cina melarang beredarnya sosial media kan? Studi kasus kali ini adalah program TV yang nge-hits abis, here we go..

Kami akan ambil contoh, program acara YKS (Yuk Keep Smile). Sejarah singkat, YKS ini awalnya program sahur yang dulu namanya masih Yuk Kita Sahur, dengan pengisi acara Komeng, Adul, Olga, dan bintang tamu lain. Kemudian sejak tahun lalu berubah jadi Yuk Keep Smile, dengan pengisi acara Caisar, dan (artis yang sok jadi) pelawak (yang tentu gak lucu). #BringKomengAndAdulBack

Setelah sukses di jam sahur, YKS pindah jam tayang ke jam premier yaitu jam 7 malam sampai selesai (jujur, selesai nya emang gak nentu). Dengan konsep yang hampir sama ketika di jam sahur yaitu, nyanyi, goyang, kuis. Ternyata, masyarakat suka dengan acara ini, iklan-iklan pun mulai nempel di acara ini. Rating tinggi, share tinggi, terkenal dah. Manalagi acara nya juga sering bagi-bagi duit.

Dilain sisi acara semacam ini jadi menjamur di beberapa stasiun TV, acara dengan konsep nyanyi, goyang, kuis jadi ramai. Dengan pengisi acara yang setipe yaitu artis yang dipaksa melucu. Gara-gara acara ini menjamur, muncul lah haters di sosial media yang banyak komplain tentang acara yang konsep nya gak jelas dan tidak ada unsur mendidik nya, gak jauh beda dengan sinetron. Di Twitter sendiri sampai muncul hashtag #StopYKS dan memimpin trending topic Indonesia. Ini semua ketika salah satu segmen hipnotis dalam acara mereka menghina legenda Indonesia dan Jakarta, Benyamin Sueb. Mao tau ceritanya? Googling sendiri ya..

Dan ini hasil yang ada di sosial media

Majalah marketing online | Tukangmarketing.com

Dari Yahoo Poll

Majalah marketing online | Tukangmarketing.com

Epic Meme

Majalah marketing online | Tukangmarketing.com

Change.org

Majalah marketing online | Tukangmarketing.com

Tuh kan..Indonesia lagi nih.

Kesimpulan: YKS emang punya akun twitter, tapi apakah mereka merespon tuntutan orang dan merubah konsep acara? Tidak. KPI juga sebetulnya sudah memberi peringatan 3 kali di 2014 ini ke YKS. Pertanyaan nya, apakah KPI akan menghukum YKS jika tidak ada tuntutan dari sosial media?

Apakah anda semua sering melihat percakapan tentang produk anda di sosial media?

Tags: sosial media

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*