Sejarah SEO (search engine optimization)

Sejarah SEO (search engine optimization)

Sama seperti yang lain, segala sesuatu pasti ada ceritanya. Begitu juga dengan SEO (Search Engine Optimization). Ya, inilah sejarah SEO.

SEO lahir pada tanggal 26 Juli 1997, dengan zodiak LEO. Itu artinya, hingga tulisan ini dimuat, SEO sudah berumur sekitar 15 tahun. Masih labil, kayak ABG masa kini.

Pada jaman dahulu, algoritma search engine tidaklah serumit sekarang, sehingga banyak webmaster yang mampu memanipulasi kode-kode algoritma di mesin pencari, sehingga banyak website yang mampu nangkring di posisi satu atau di halaman satu mesin pencari. Parahnya adalah website-website yang di muncul di halaman satu mesin pencari sama sekali tidak relevan dengan keyword yang diketik oleh pengguna internet. Contoh: Keyword = Jual Baju Seksi. Hasil yang keluar = Website yang jualan sepatu dan bakiak. Parah..

Bagaimana cara webmaster memanipulasi mesin pencari?  Dulu, algoritma search engine bergantung pada meta tag di kode html sebuah website. Ini yang digunakan oleh search engine untuk mencari data dan informasi sebuah website. Nah, para webmaster ini kemudian menulis kata-kata kunci yang tidak relevan di meta tag mereka, sehingga terjadilah pemeringkatan dan kemunculan website-website yang tidak sesuai dengan kata kunci atau keyword.

Suatu hari di kala senja, munculah dua mahasiswa dari Universitas Stanford yang menemukan sebuah formula algoritma untuk mesin pencari yang tidak bakalan bisa kena gocek dari para webmaster. Kedua orang itu bernama Larry Page dan Sergey Brin, dan mereka menciptakan Backrub, yang pada tahun 1998 berubah menjadi Google.

Sistem yang diterapkan oleh dua pemuda ini sebetulnya gampang saja, mereka menciptakan istilah Google Page Rank dan Backlink. Dimana peringkat sebuah website ditentukan oleh seberapa banyak link website tersebut ada di website lain, hasilnya akan berpengaruh pada Google Page Rank, dan otomatis mempengaruhi peringkat website tersebut di database Google. Tapi tentu saja, selain backlink ini, Google juga menilai seberapa bagus konten dari web tersebut. Google tetap berpegang teguh pada prinsip “Content is a King”.

Kesimpulan nya, sejarah SEO berasal dari celah yang ada di mesin pencari. Mungkin, jika suatu hari ada celah lagi di Google, Yahoo, Bing, dll. Bisa jadi akan ada ilmu baru lagi.

Categories: SEO
Tags: seo

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*