Plus dan Minus Jika Startup Kamu Dibeli Investor.

Plus dan Minus Jika Startup Kamu Dibeli Investor.

Di tahun 2014, konon usaha online atau ecommerce berhasil mencatat transaksi senilai 8 triliun rupiah. Jika memang angka yang TMDOTCOM itu benar, maka itu artinya bisnis online di Indonesia punya pengaruh besar dalam kemajuan ekonomi penduduk usia muda. Kenapa usia muda? Karena kebanyakan pebisnis online memang dikerjakan oleh penduduk usia 20-30 tahun.

Masalah yang sering terjadi dari pebisnis muda adalah modal yang pas-pas an. Dengan modal ngepas tersebut, mereka berhasil membangun dinasti awal bisnis mereka. Tentu sebetulnya tidak maksimal, karna jika diberi modal tambahan, pasti bisnis mereka bakalan lebih maju, terutama dari sisi marketing nya.

Beruntungnya, semakin kesini, tampaknya para pebisnis tua semakin keder alias bingung. Banyak dari mereka yang semakin kehilangan ide baru yang segar untuk menguasai pasar bisnis. Tapi mereka punya modal besar. Modal besar tanpa ide = Sama aja boong.

Hadirnya para pemuda tanpa modal besar justru membuat pebisnis tua senang, karna mereka bisa merasakan tantangan berbisnis seperti saat mereka muda. Gampang aja, mereka tinggal kasih duit, jadi investor, bagi hasil, enak. Bahkan jika sukses, ini bisa jadi passive income saat tua nanti.

Namun, ini seperti berjudi.

Betul banget, katakanlah begini, kamu punya modal super banyak. Setelah riset sana sini, akhirnya menemukan sebuah startup yang punya perkembangan bagus dalam 5 tahun pertama, kamu beli. Dengan sedikit re-branding, startup ini punya menjalankan strategi baru di dunia bisnis nya. Apakah pasti lebih sukses? Di atas kertas sih iya. Idealnya, modal besar + ide = sukses. Hasil akhir setelah pertandingan? Belum tentu. Tapi kalau kamu suka judi ya silahkan.

Ambil atau tidak?

tukangmarketing.com | majalah marketing online | Jasa SEO

Kamu dicomot

Jika startup kamu dicomot oleh investor, kamu pun berada dalam posisi dilematis. Ambil kesempatan ini atau tetap berjalan dengan keadaan sekarang. Keuntungan mengambil kesempatan:

1. Pengembangan bisnis kamu akan lebih cepat.

2. Startup kamu akan bergaya baru.

3. Punya banyak modal untuk sisi marketing, dll.

4. Ada gengsi yang bisa dipamerin.

5. Kamu jadi CEO.

Kekurangan jika mengambil kesempatan:

1. Ada tekanan besar untuk memuaskan investor.

2. Kamu dituntut mempunyai ide baru untuk meraup pasar lebih luas.

3. Ingat, CEO pun bisa dipecat. Karna CEO, bukan owner.

4. Ada kemungkinan, kepemilikan bisnis berganti nama.

5. Keuntungan untuk investor akan lebih besar dibanding kamu. Iyalah, mereka punya duit.

Kami ada contoh dimana Tokobagus dan Berniaga kini berada di satu tangan yang sama yaitu OLX. Konsolidasi buat dua toko online barang bekas ini menguntungkan untuk kustomer, karna kustomer gak perlu lagi buka dua website untuk mencari satu barang yang sama. Keuntungan juga diraih Berniaga, setidaknya mereka gak perlu lagi adu kenceng bikin iklan melawan OLX yang punya dana lebih gede.

Gimana menurut kamu? Ambil atau tidak? Komen gih.

Categories: Review Others

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*