Perusahaan Helm di Jakarta Bisa Bangkrut

Perusahaan Helm di Jakarta Bisa Bangkrut

Sebelum dimulai, TMDOTCOM kasih tahu dulu kenapa perusahaan helm di Jakarta yang bisa bangkrut?

Karna kami tidak melihat fenomena ini di kota lain di Indonesia, berhubung juga yang nulis males keliling Indonesia buat ngecek.

Jadi begini, kami melihat makin hari tampaknya pengguna helm di Jakarta semakin menurun, paling tidak dalam 10 tahun ke depan jika tidak ada perubahan, produsen helm bisa jadi gulung tikar. Bukan, bukan karna produsen motor berhenti produksi, tapi karna banyak warga Jakarta yang lebih suka tidak pakai helm saat mengendarai motor. Kalaupun pakai pelindung kepala, mereka akan memilih sorban atau peci ketimbang helm, karna menurut sebagian dari mereka, sorban atau peci lebih religius.

Artinya, jika anda ada yang ingin bisnis di bidang per-helm-an ada baiknya coba lihat-lihat bisnis lain. Karna begini, usaha jualan helm pesaing nya lumayan banyak, mulai dari helm mahal sampai level pinggir jalan. Sementara jumlah pengguna helm diperkirakan bakal makin turun. Amsiong kan? Beda dengan handphone, meski pesaing banyak tapi pengguna nya nambah terus.

Dari fenomena ini, TMDOTCOM langsung tergerak hatinya untuk membantu para pengusaha helm agar tidak bangkrut. Begini caranya:

1. Ganti Konsep Iklan

Selama ini konsep iklan helm hampir sama semua dari merek A-Z. Kalau gak tentang laki-laki maskulin, pasti fitur baru dari merek tertentu. Padahal sebetulnya yang jadi masalah bukan fitur baru atau tingkat maskulin nya, tapi tingkat kesadaran orang Jakarta yang rendah akan keamanan berkendara. Jadi gimana kalau tema iklan helm dirubah jadi adegan-adegan kecelakaan yang mengakibatkan kepala pecah?

2. Kalah Dari Peci/Sorban

Ternyata dalam beberapa keadaan, helm juga kalah saing dari peci dan sorban. Peci dan sorban tidak punya kekuatan untuk menyelamatkan nyawa anda ketika terjadi kecelakaan hebat. Peluang pecah kepala lebih besar ketika pakai peci dan sorban dibanding helm. Tapi ingat..konon, peci dan sorban menjamin anda masuk surga dan terlihat religius juga aman dari polisi. Kami tidak ada solusi untuk ini, tapi teman kami ada solusi nya. Tuh..

tukangmarketing.com | Website humor Indonesia

Jamin Duniawi dan Sorgawi

3. Lebih Takut Polisi Daripada Mati

Nah di Jakarta, pengendara motor lebih takut ditilang polisi daripada mati. Maka dari itu, model-model iklan helm ada baiknya jangan artis, tapi Polisi. Apa guna nya pakai jasa artis? Emang orang jadi pengen beli? Kalau pakai polisi, dijamin bakal beli. Apalagi jika dalam iklan si Polisi ngomong gini “Beli atau Tilang?!”

4. Design Menarik

Sejak dulu hingga sekarang design helm ya gitu-gitu aja. Bulet. Kalaupun ada tambahan ya paling warna, sama kacamata hitam yang paling baru. Mau buat pamer juga gak keren-keren amat sebetulnya. Kami rasa kalau dibikin helm dengan design unik misal: Darth Vader, Kamen Rider, Muka Cherrybelle, atau ada duri tajam, dll. Atau bisa juga sih design helm ditentukan oleh si pembeli.

5. Optimasi SEO

Dan yang terakhir ya buat website, online kan, optimasi SEO bersama kami dong. #Promosi #Tetep #Harus #NamanyaJugaUsaha

Nah, moga-moga saja tingkat kesadaran pengguna motor meningkat, sehingga prediksi kami tidak terjadi. Ada yang mau tambahin? Share di kolom komentar ya.

Categories: Comedy Marketing

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*