Personal Branding: Tukang Jual Rumah/Properti.

Personal Branding: Tukang Jual Rumah/Properti.

Di era globalisasi seperti ini, kebutuhan pasti semakin bertambah. Apalagi jika sudah memasuki usia 30 tahun, sudah pasti (terutama Pria) butuh tempat tinggal, dalam hal ini rumah.

Dengan harga rumah yang makin lama makin gak masuk akal, kami pun mikir “Apa istimewanya rumah ini hingga harganya sekian miliar?”. Padahal fitur-fitur pendukung “harga miliaran” tersebut standar banget, semua developer perumahan juga mengatakan hal yang sama. Gak ada poin pembeda nya. Sampai akhirnya, kami baca artikel tentang orang yang jual rumah, sekaligus bisa nikahin pemilik rumah. Sungguh luar biasa ilmu marketing orang ini, seakan tak mau kalah, kami¬†jadi tertarik untuk membahas branding para penjual properti, kira-kira mereka pasti begini:

1. Bebas Banjir. (Literally)

Dari judul nya aja nomer satu ini udah ketauan. Kolam renang yang dimaksud ya banjir. Tiap developer perumahan selalu bilang “bebas banjir”, nyatanya tetap kebanjiran. Entah maksud mereka bebas banjir itu tidak ada banjir, atau banjir bebas datang? Kita gak tahu, tapi jika kamu menuntut mereka karna kata “bebas banjir”, pilihan yang dipakai mereka untuk menang pasti “Banjir bisa datang kapan aja”.

2. Harga Naik Hari…

Biasanya harga naik hari Senin. Ini sebetulnya trik lama, hari Senen kemungkinan besar harganya tidak naik. Karna kalau Senin harga beneran naik, mereka pasti ribet karna tiap pekan mesti print poster, banner, media promosi konvensional lain nya. Dan bisa jadi para sales nya bingung kalau dalam sebulan ada 4x kenaikan harga.

3. Acara Makan Gratis.

Suerrr dah, kami pernah dateng ke salah satu open house developer perumahan di Jakarta. Mereka ngadain Sushi Party. Apakah kami beli rumah? Tidak! Sushi nya lebih enak daripada rumah nya. Sayang nya hari itu kami tidak bawa rantang.

4. Sudah Terisi Sekian Persen

Biasanya ini menandakan kalau apartemen, atau komplek yang mereka jual laris manis. Gak ada yang salah dengan kalimat ini jika tidak ada pertanyaan dari calon kustomer seperti “Katanya 90% terisi, kok tower ini kosong semua?” atau “Katanya 100% terisi, situ ngapain masih jualan?”.

5. Iklan Hari Sabtu-Minggu Pagi.

Dengan bintang tamu atau host yang dia lagi, dia lagi. Antara efektif atau tidak sih terhadap penjualan. Tapi menurut kami, yang jadi nya ngetren malah si host tersebut, karna dia muncul tiap akhir pekan dan di berbagai developer. Niatnya nya dikenal, malah bikin orang terkenal.

Menurut kamu, apalagi yang biasa dilakukan para tim marketing developer properti biar produk mereka laris? Komen gih.

About Author

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*