Parcel yang Salah Dari Ajinomoto

Parcel yang Salah Dari Ajinomoto

Menanggapi berita yang beredar tentang apesnya PT. Ajinomoto saat hadiah parcel pemberian mereka dibuang oleh warga dari desa Mlirip, Mojokerto. Dengan alasan parcel tersebut bernilai rendah, dan tidak sebagus tahun lalu, maka kami *sebentar* *ketawa dulu* …

Oke, kami ingin membantu Ajinomoto agar lebih pintar sedikit untuk memberikan parcel tahun depan atau kalau mau menggantikan yang tahun ini.

Sebelumnya, kami mau jelaskan dulu makna dari sebuah parcel di mata masyarakat Indonesia pada umumnya. Parcel adalah sebuah bingkisan yang merupakan penghargaan dari suatu orang/organisasi ke orang lain/organisasi lain. Artinya, Ajinomoto ingin memberi penghargaan pada warga desa Mlirip (kami sering salah ketik jadi Mlipir–baca melipir–) yang berjasa pada Ajinomoto. Kami tidak tahu juga jasa warga desa yang dihuni 3038 keluarga (berdasar jumlah parcel yang dikembalikan) itu apa. Tapi menurut tebakan kami, warga desa ini terutama ibu-ibu nya pasti sering menggunakan bumbu dapur Ajinomoto. Sekarang kita hitung secara matematis aja. Harga Ajinomoto 250 gr itu Rp 8000. Jika mereka memakai bumbu ini setiap bulan 1, maka setahun menghabiskan biaya Rp 96000. Dengan harga parcel yang dianggap mereka cuma Rp 15000, ya jelas ajalah mereka ngebuang itu parcel. Logika nya, harga yang dikeluarkan warga tidak berbanding lurus dengan harga yang dikeluarkan Ajinomoto kan.

Tapi tenang bung Aji. Kami akan bantu kalian susun line up parcel tahun depan. Trust me, it (won’t) works.

1. Beras

Ini tuntutan pertama yang mereka minta di berita, sesuai dengan tahun lalu. Beras adalah makanan pokok yang penting untuk rakyat Indonesia. Jadi percuma kalau Bung Ajinomoto kasih parcel segede-gede gaban tanpa adanya beras.

2. Gula

Ini tuntutan kedua yang sama juga dengan tahun lalu. Gula hampir sama dengan garam. Penyedap makanan. Sekalipun di bumbu masak Ajinomoto sudah ada kandungan gula, tapi gula alami lebih mantap.

3. Televisi

Bukan TV biasa, tapi LED loh. Udah gak jaman pake tv biasa.

4. Hp Android

Sekarang semua sudah berhubungan dengan internet. Masa masih mau pake yang dering ringtone nya polyphonic?

5. Tiket Mudik 

Apalah artinya lebaran jika tak mudik. Bukan berarti mereka tinggal di desa lantas mereka tidak ingin mudik ke kampung halaman nya, bisa jadi mereka merantau di desa Mlirip ini kan?

Coba kalau Ajinomoto memberikan apa yang sesuai dengan yang kami tulis. Bisa jadi mereka kini tidak membuang-buang parcel yang sudah diberikan. Gimana Ajinomoto? Eh Ajinomoto bisa kasih mereka paket Jasa Internet Marketing juga sih, siapa tahu disana ada yang buka usaha online.

Categories: Comedy Marketing

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*