Marketing Nostalgia ala Bandai

Marketing Nostalgia ala Bandai

Bandai adalah produsen mainan besar di Asia dan dunia. Banyak produk yang sudah mereka terbitkan sejak jaman dulu. Berbagai kartun animasi yang kita tonton di televisi pun, mainan asli berlisensi nya dibuat oleh Bandai. Sebut saja Digimon, Ben10, Gundam, Power Rangers, Tamagotchi, dan game seru era 90an, Pac-Man.

Nah yang menarik dari Bandai ini adalah mereka terus menerus menerbitkan mainan (atau biasa disebut Action Figures) yang meski terkesan jadul tapi tetap disukai. Kami menyebut ini teknik Marketing Nostalgia. Sebuah teknik yang memancing rasa kangen kita pada benda-benda yang dulu tidak bisa dibeli (mungkin karna Emak dan Babe gak kasih) dan setelah dewasa mainan ini bisa dibeli dengan uang sendiri. Meskipun jaman mainan tradisional telah mengalami pergeseran ke era digital, tapi mainan seperti ini masih punya penggemar di kalangan tertentu. Itu kenapa meski harganya tergolong mahal, tetap banyak peminat.

Kali ini, TMDOTCOM tertarik buat bahas satu gebrakan dari teknik marketing nostalgia si Bandai ini. Mengutip dari link ini , Bandai bakalan mengajak pecinta Digimon untuk kembali bermain Digivice. Kembali melatih kocokan tangan anda, tentu biar makin mahir mengocok. Bagi kalian pecinta Digimon, pecinta mainan Digivice, dan pecinta ngocok, siap-siap untuk Pre order mainan ini 1 Agustus 2014.

Sekedar catatan, Digivice pertama kali keluar pada tahun 1999. Mainan ini mengadaptasi dari mainan tamagotchi yang tujuan nya jelas, merawat makhluk hidup. Bedanya , objek di Digivice adalah monster yang ada di dunia digital alias Digimon (Digital Monster). Dengan mengocok Digivice, Digimon di dalam nya kan berjalan dan bertualang melawan monster-monster lain di dunia digital. Mainan ini berkembang terus seiring berkembangnya film animasi Digimon hingga tahun 2010.

Dan kali ini, Bandai kembali menghidupkan Digivice seri Digimon Adventure. Ini penampakan nya.

tukangmarketing.com | majalah marketing online

Saatnya Ngocok.

Nah ada yang pernah mainin barang ini?

Marketing nostalgia menurut kami sangat-sangat menarik. Apalagi kalau bicarain barang yang sudah lama gak kita lihat. Ini sama seperti gak sengaja ketemu teman lama, asik kan? Bakalan banyak hal yang dikenang. Gundam, Digivice, Tamagotchi, dll adalah benda-benda semasa kecil. Benda yang berjaya di era nya dan mungkin sudah banyak dilupakan anak yang tumbuh dewasa.

Bandai menangkap peluang ini dan memanfaatkan dengan baik. Jika marketing biasanya menyasar pada urusan ekonomi, maka marketing nostalgia lebih menyasar pada sisi emosional orang. Harga mahal gak akan seberapa dibanding rasa kangen untuk bernostalgia.

Pertanyaan kami, apakah Bandai masih memproduksi mainan tradisional 20 tahun mendatang? Masa sekarang adalah masa anak yang lahir dan tumbuh di era film kartun mendominasi. Era 20 tahun lagi adalah era yang anak-anaknya tumbuh dengan mainan digital (tablet, PS, dll).

Categories: Review Others

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*