Mangga Dua Usia Senja. Lalu Gimana Berikutnya?

Mangga Dua Usia Senja. Lalu Gimana Berikutnya?

Semua berawal ketika kami gak sengaja menemukan dan membaca artikel di link ini: http://www.infokomputer.com/2015/09/fitur/senjakala-mangga-dua/

Singkatnya, artikel dari majalah Info Komputer ini menceritakan keadaan ekonomi di kawasan Mangga Dua. Kawasan yang jadi pusat belanja komputer dan IT kini menurun. Kondisi yang membuat banyak toko tutup, dan/atau mencari cara baru untuk memenangi pasaran.

Dalam cerita di link tersebut, beberapa toko yang bisa bertahan dan memenangi pasar adalah toko yang masuk ke pasar online. Jika sudah begini, apa sebetulnya sebab musabab Mangdu mulai runtuh?

Banyak Pilihan.

Ya, sama seperti fenomena Gojek. Kalau dulu kamu mau naik ojek cuma bisa di pangkalan depan rumah, sekarang ada gojek yang samperin kamu dirumah. Pilihan yang banyak memang bikin untung konsumen. Pun begitu dengan Mangdu. Melihat peluang bisnis di bidang IT, maka beberapa mall membuat pusat belanja IT. Hal inilah yang membuat Mangdu mulai goyah. Belum lagi memang jalan ke Mangdu yang macet. Orang yang dari Bekasi pasti memilih untuk ke Cyber Park daripada harus ke Mangdu bukan?

tukangmarketing.com | majalah marketing online | Jasa SEO

Apakah Semua Harus Online?

Ini sebetulnya pilihan. Jika posisi kamu di pasar IT adalah sebagai produsen atau distributor besar, masuk pasar online boleh jadi pilihan kedua yang kamu boleh ambil atau tidak. Tapi jika kamu pengecer, retail, pilihan masuk pasar online adalah wajib. Terutama jika mengingat pasar online merupakan pasar yang seksi. Di Indonesia, belanja online memang belum sebesar negara-negara maju. Namun, tidak bisa diremehkan juga, karna data tiap tahun selalu naik. Bahkan, tahun lalu, pasar online Indonesia mencetak transaksi hampir 8 Trilliun Rupiah.

Menurut kami, kondisi pasar online untuk urusan IT saat ini masih didominasi oleh marketplace. Artinya, belum banyak pengusaha IT yang berani terjun langsung dengan website sendiri. Mereka masih memilih masukin ke marketplace. Entah untuk melihat reaksi pasar, atau kendala budget, atau memang tidak berani promosi website sendiri. (Kami tertarik untuk buka diskusi di email kami tentang ini).

Menjelang MEA 2016, Indonesia akan diserbu banyak pengusaha, salah satunya bidang IT. Siap atau tidak, kamu harus bertempur melawan mereka. Karna sudah pasti, mereka mengincar 250juta rakyat Indonesia. Dan positifnya, kita pun bisa mengincar pasar negara-negara mereka. Tapi, jika kamu tidak punya profil di website, apa kamu siap?

Prediksi.

Mangdu tidak akan kehilangan pesona setidaknya dalam waktu 3-5 tahun ke depan. Masih akan banyak orang kesana. Meskipun pilihan untuk belanja IT akan terus nambah. Dan lagi, merek yang ada di Mangdu ada kemungkinan akan menurun. Bisa jadi didominasi oleh merek yang memang orang-orang sering pakai. Tapi itu lumrah.

Jika kamu melihat kondisi seperti yang dialami Mangga Dua, kamu mungkin harus mulai pertimbangkan pilihan ke pasar online. Belum terlambat untuk memulai, karna Indonesia masih berkembang. Mungkin, pasar online Indonesia baru benar-benar maju setelah 5 tahun ke depan. Itupun jika infrastruktur nya ikutan maju, seperti internet, EMS, dll. Jika tidak, ya bisa lebih lama lagi.

Categories: Review Others

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*