Kenapa Hasil Lembaga Survey Pemilu Bisa Berbeda?

Kenapa Hasil Lembaga Survey Pemilu Bisa Berbeda?

Sangat menggelitik ketika kami melihat hasil quick count yang beda-beda. Gara-gara hasil yang beda gini, sampai detik ini pun kami masih tidak tau mana yang bener dan mana yang ngawur, capres mana yang menang dan mana yang kalah. Rumit emang politik di Indonesia, serumit apa? Serumit kondom bocor.

Dari segi marketing, apa yang dilakukan oleh lembaga survey quick count ini sebetulnya tidak salah. Menurut TMDOTCOM, beda hasil ini bukan disebabkan karna mereka bohong, tapi karna mereka menjalankan teknik yang sebetulnya marketing banget.

Kok bisa, TMDOTCOM?

Mari kami jelaskan.

1. Perbedaan

Kalian punya produk baru, atau produk kalian mau re-branding tentu harus ada perbedaan dengan pesaing dong? Kalau gak ada sisi spesial nya, lalu apa yang jadi alasan orang untuk belanja pada anda? Nah ini sama dengan lembaga survey quick count pemilu kemarin. Kalau lembaga lain menyajikan hasil yang standar, maka mereka memberikan hasil yang tidak standar. Tagline mereka “We Create and Sell Dream” #AntiMainstream

2. Endorsement

Cara lain untuk jadi terkenal adalah menggunakan sarana endorse. Harus ada sosok yang sudah dikenal massa, kemudian kita nebeng popularitas mereka. Inilah yang digunakan beberapa lembaga survey tidak terkenal untuk jadi terkenal. Mereka menggunakan media televisi sebagai endorser mereka. Apalagi menggunakan sistem endorsement biasanya lebih ekonomis ketimbang pasang iklan di media.

tukangmarketing.com | majalah marketing online

3. Public Awareness 

TMDOTCOM mau bertanya. Kalian mau gak dapat perhatian dari publik? Simpan jawaban ini dalam hati saja. Nah yang dilakukan oleh para lembaga survey ini juga gak salah dari mata marketing. Mereka menarik perhatian masyarakat dengan cara bikin pendapat yang berbeda, sehingga muncul 2 persepsi, dan akhirnya masyarakat bingung. Apa yang terjadi kalau bingung? Ya heboh. Kalau udah heboh? Ya mereka mencari tau darimana kehebohan ini berasal. Terkenal deh jadinya. Mantap!

TMDOTCOM tidak membela para lembaga survey ini. Kami hanya melihat dari sudut berbeda, dimana mereka pun sama seperti kita yang (mungkin) baru mulai berbisnis dan ingin dikenal masyarakat. Cara yang mereka gunakan pun sebetulnya tidak salah. Mereka melihat peluang pasar yang bagus untuk memecah opini masyarakat, kebetulan aja emang orang Indonesia masa kini lebih mudah dipecah ketimbang orang Indonesia jaman penjajahan. Tapi..kok mereka gak pakai jasa SEO di Jakarta ya?

Categories: Comedy Marketing

Comments

  1. benben
    benben 10 July, 2014, 07:14

    tmdotcom juga sepertinya memerlukan public awareness nih.. :p
    peace yo mimin

    Reply this comment

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*