Jika Kami Menteri Pariwisata..

Jika Kami Menteri Pariwisata..

Duet Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang baru sudah terpilih. Selamat sebelumnya kepada duet Jokowi dan Jusuf Kalla. Semoga terpilihnya kalian yang merupakan pilihat rakyat tidak menyia-nyiakan keinginan rakyat. Doa kami bersama kalian, dan kutukan kami juga (jika kalian kampret).

Nah, sekarang adalah saat yang juga menentukan untuk kelangsungan Indonesia. Jokowi-Kalla mesti memilih line up menteri untuk kabinet mereka. Ini adalah tugas yang sulit. Jelas bukan mudah, salah pilih akibatnya bisa konyol. Ibarat tim sepakbola, Jokowi-Kalla adalah manajer dan asisten manajer. Mereka harus memilih 23 pemain untuk ikut kompetisi dan tidak boleh salah jika tak ingin kalah.

TMDOTCOM ingin memberi ide pada anda Pemimpin. TMDOTCOM melamar menjadi menteri pariwisata. Ya betul, kami bukan lagi mabuk lem. Kami ingin memajukan pariwisata Indonesia, yang punya potensi datengin devisa besar (selain TKI). TMDOTCOM juga sudah nyiapin program-program ciamik biar pariwisata Indonesia asoy.

Biar para turis potensial mau dateng, hambur-hamburin uang disini. Melebihi orang Jakarta yang ke Singapur. Apa program kami? Cek dimari, kawan.

1. Harus Punya Website

Hampir semua daerah sudah ada website sebetulnya. Tapi tidak semua website tersebut memiliki menu pariwisata. Banten contohnya, padahal di Banten ini banyak lokasi makanan yang sedap. Konon Banten juga menyimpan misteri ilmu-ilmu gaib. Ini kan bisa jadi potensi wisata juga. Ya wisata gaib gitu. Siapa sih orang yang gak pengen kebal senjata?

2. Website Khusus Pariwisata (Upgrade Wonderful Indonesia)

Di website pemerintahan memang sudah ada menu pariwisata. Dan Indonesia pun sudah punya website khusus dengan tema Wonderful Indonesia. Tapi web ini masih kurang menurut kami. Beberapa hal masih perlu ditonjolkan, terutama ragam makanan Indonesia. Gambar-gambar yang menggoda lidah masih kurang, lebih banyak tulisan. Para calon turis disuruh ber-imajinasi dulu sebelum kesini.

3. Manfaatin SEO

Gak usah bayar mahal-mahal buat Jasa SEO, kan TMDOTCOM bisa kerjain nya. Lagian gini, website wisata Indonesia ini mesti dikenal banyak orang. Nah nangkring santai di peringkat 1 Google udah pasti jadi program kerja kami dalam lima tahun ke depan. Dan target kami, semua keyword akan kami lahap. Sekarang pun beberapa website tur & travel serta wonderful Indonesia sudah menguasai beberapa keyword. Tapi buat kami, kata “beberapa” tidaklah cukup kalau bisa “Semua”.

4. Sosial Media Management

Fokus kami untuk sosial media ada di Facebook dan Instagram. Karna 2 sosial media ini punya brand engagement yang terkuat jika dibandingkan dengan Twitter. Program nya kayak apa? Rahasia.. (biar gak dicontek-red)

5. Blogger

Boleh percaya boleh tidak. Blogger adalah salah satu pintu yang efektif untuk bergaul dengan dunia luar. Jumlah blog di Indonesia setiap hari terus bertambah. Mulai dari fashion blogger, food blogger, traveler blogger, dll. Jika dari 3 jenis blogger ini difokuskan untuk mempromosikan wisata Indonesia dengan cara nya masing-masing. Udah pasti dan jamin, wisatawan baru yang datang ke Indonesia bakalan nambah. Salah satu contoh fashion blogger untuk kampanye gini: Foto dengan pakaian daerah, foto di lokasi wisata, dll.

6. Infrastruktur

Kalau bicara soal kualitas objek wisata, Indonesia sih jempolan. Tapi bicara infrastruktur, ya masih perlu diragukan. Kenapa? Begini, jumlah jalan yang bagus untuk ke suatu tempat masih terbatas banget. Padahal banyak objek wisata Indonesia yang ada di lokasi pedalaman. Emang sih kita bisa pake tagline “Adventure Trip”, tapi gak semua turis mau kan?

7. Biaya

Beberapa kawasan wisata Indonesia agak tidak ramah soal biaya. Ya terlalu mahal meski kualitasnya pun oke. Kami sebetulnya tidak permasalahin kalau biaya mahal itu diperuntukan kepada turis mancanegara. Kami cuma bingung kalau harga yang sama diterapkan ke turis lokal. Kenapa? Begini maksudnya.. turis lokal adalah orang pertama yang akan mempromosikan kawasan wisata dalam negeri ke mancanegara. Nah kalau orang lokal saja merasa bingung untuk pergi kesana, gimana mereka mau promosikan ke luar?

Nah..akhir kata. Ada yang bisa nambahin? Kalo bagus, kami jadiin staff di kementrian.

Categories: Comedy Marketing

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*