Hal-Hal yang Perlu Dilakukan Ketika Menjadi Capres.

Hal-Hal yang Perlu Dilakukan Ketika Menjadi Capres.

Menjelang pemilu presiden dan wakil presiden 2014, para capres dari kedua pihak mulai kampanye. Mulai memamerkan program-program mereka. Dari yang muluk hingga yang (semoga) realistis. Tapi kami melihat, dari segi marketing, tema yang mereka kampanyekan ini sedikit basi. Karna hampir setiap pemilu, tiap periode, semua capres kampanye hal yang itu-itu saja. Kami coba membantu dengan memberi sedikit saran, beberapa mungkin sama dengan mereka, tapi kami beri pembeda. Masih ada waktu hingga pemilu 9 Juli nanti. Toh, kalau nanti tidak terpakai, masih ada periode 2019 kan? Mari kita mulai..

1. Agama
Agama adalah sesuatu yang paling asik dijual, terutama agama Islam. Kenapa Islam? Karna mayoritas. Menjual agama juga enak banget, karna masyarakat Indonesia banyak yang fanatik sempit. Tapi sayang, dunia internet tidak disentuh dengan baik. Para capres lupa, kalau mereka bisa juga dakwah di Internet. 85 juta pengguna internet aktif di Indonesia, bisa diraih. Minimal 40 juta deh, masa iya dari 85 juta, yang fanatik gak sampai 40 juta sih? Tambahan, cobalah pak Jokowi dan pak Prabowo berkhotbah tidak hanya dengan gaya Muslim, tapi dengan gaya agama lain. Lebih plural toh?

2. Internet.
Indonesia emang masuk 5 besar pengguna Facebook terbanyak di Bumi. Jakarta dan Bandung memang dianggap sebagai negara ter-bawel di Twitter peringkat 1 dan 10 dari 20 negara di Bumi.Tapi Indonesia, masih jadi negara dengan akses internet terlambat di Asia. *tepok jidat*. Daripada kampanye yang gak bikin pintar, mending langsung begini “Kalau saya terpilih, Internet Indonesia tercepat di Asia/dunia. Dan saya tidak akan pakai menteri yang bertanya “Kalau internet cepat, pakai buat apa sih?”

3. Hiburan
Dunia hiburan hampir gak pernah disinggung oleh capres. Seolah-olah sisi hiburan tidak penting. Padahal, tanpa hiburan, orang bisa stres. Kalau TMDOTCOM jadi capres kami bakal kampanyekan “Pusat hiburan malam (yang mahal) akan ditutup!”

4. Olahraga
Masyarakat Jakarta tidak semua doyan olahraga. Banyak dari mereka yang olahraga karna tren (ada kan yang beli sepeda tanpa rem dulu?). Kalian juga males olahraga kan? Parkir di mall aja maunya deket pintu melulu. Dunia olahraga ini masih potensial untuk kampanye. TMDOTCOM punya tema kampanye “Gak Lari, Ya Deportasi”

5. Korupsi
Indonesia mungkin jadi negara dengan jumlah koruptor yang banyak di Bumi. Pertanyaan nya, apakah sudah jadi nomor satu? Belum! Makanya ini bisa jadi bahan kampanye buat para capres, tagline nya… “Nomor Satu atau Mati!!”. Dan satu lagi kalau ketemu KPK, langsung foto dan kasih hashtag #SelfieWithKPK.

Buat para Capres, Pak Jokowi dan Pak Prabowo, masih ada waktu buat anda semua kampanyekan 5 hal diatas. Dengan program marketing yang tepat, kalian pasti menang. Ehem..tolong jangan black campaign ya. Ada yang mau kasih ide tambahan?

Categories: Comedy Marketing

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*