Gubernur Tandingan DKI Jakarta versi 5.0

Gubernur Tandingan DKI Jakarta versi 5.0

Karna lagi ngehits berbagai hal tentang “tandingan”, maka TMDOTCOM pun mau ikutan. Kita tahu, ada DPR tandingan, ada sidang paripurna tandingan, dan yang lagi hits saat ini FPI bikin gubernur DKI Jakarta tandingan. Mantap.

Belakangan kami baru tahu, kalau KH Fakhrurozi Ishaq yang jadi gubernur versi Muslim (kata FPI ya), tidak punya program untuk menarik massa selain Muslim ataupun program untuk Jakarta. Hebat.

TMDOTCOM tadinya ingin membantu Ishaq ini, tapi karna kami ingin ngehits, lebih baik ide ini diterapkan sendiri ajalah

Dan inilah kampanye TMDOTCOM untuk jadi Gubernur versi 2.0:

1. Jakarta Bebas Banjir.

Terdengar mustahil memang. Karna sampai detik ini, Jakarta tetap banjir. Kami punya solusi, Jakarta harus dipindah ke dataran tinggi. Gampang nya gini. Misalnya, tukar aja nama Bandung dengan nama Jakarta. Jadi di peta, kita akan lihat nama Bandung jadi Jakarta, dan sebaliknya. Jakarta bebas banjir, kawan.

2. Jakarta Bebas Macet.

Sama seperti bebas banjir. Sudah ganti gubernur pun, Jakarta tetap macet. Program mobil murah yang diusung pemerintah jelas cuma bikin kenyang kantong sendiri. Solusi nya, Jakarta tidak boleh ada kendaraan pribadi. Yap, gantinya kendaraan umum diperbanyak dan dipercantik. Solusi ini menghasilkan 2 keuntungan:

Pertama: Jakarta bebas macet.

Kedua : Jakarta jadi kota pertama di dunia yang warganya tidak punya kendaraan pribadi dan jadi kota pertama yang cuma ada angkutan umum. Ini bisa jadi objek wisata baru. Rekor dunia!

3. Jakarta Bersih dari Sampah

Lagi-lagi kita tahu juga. Kalau orang Jakarta gemar buang sampah *lempar bungkus Chiki*.

Solusi: Kami akan memberi peraturan seperti ini. Tiap warga cuma boleh buang sampah di tempat sampah yang disediakan di jalan atau di halaman rumah masing-masing. Jika ketahuan melanggar, kita akan foto si pelaku, pajang di Monas dan di berbagai akun sosial media Pemprov DKI.

4. Jakarta Bebas Pelanggar Lalu Lintas

Nah ini mungkin agak sulit. Jakarta memang sulit diatur. Semua mau sendiri. Tapi, jika berkaca dari solusi di nomor 2, maka kemungkinan jumlah pelanggar lalu lintas akan menurun. Kenapa? Karna sudah tidak ada kendaraan pribadi. Jadi pelanggaran akan datang dari supir angkot yang kita tahu seperti apa mereka itu.

Solusi : Tiap kemudi angkot nantinya akan bisa disetir dari kantor pusat Dishub. Itu berarti tiap ada pengendara lewatin lampu merah (atau rambu lain), maka ada orang dari pusat yang akan ambil alih kemudi supir lewat komputer, untuk mundur kembali ke barisan. Alias kendaraan tidak bisa dikendarai secara manual. Membuka lapangan kerja baru juga ini.

Kalau udah begini, semua pilih TMDOTCOM kan?

Categories: Comedy Marketing

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*