Belajar Re-Branding Dari Aurel Hermansyah

Belajar Re-Branding Dari Aurel Hermansyah

Namanya sebuah usaha kadang tidak berjalan sesuai keinginan. Kadang berjalan bagus tapi dirasa kurang memuaskan. Dari hasil-hasil tersebut, banyak pemilik usaha yang berpikir untuk ganti nama merek, tagline, logo, atau lain nya. Pola ini biasa disebut Re-branding atau secara harafiah bisa dijelaskan sebagai menyusun ulang sebuah brand. Seperti memulai dari awal, hanya saja tidak dari Nol.

Re-branding bisa dilakukan oleh siapa saja, jenis usaha apa saja, dan dengan cara apa saja. Hanya saja perlu hati-hati dan tidak sembrono. Kalau merek kalian sudah dikenal massa, melakukan re-branding bisa sangat beresiko kehilangan massa yang sudah ada. Tapi jika memang merek kalian gagal, dan berniat melakukan re-branding, ya sebetulnya tidak masalah. Karna memang tujuan nya brand yang baru ini akan lebih menarik orang banyak. Sama seperti Google yang melakukan re-branding setelah gagal di merek pertama mereka, Backrub.

Lalu, bagaimana kah re-branding yang baik? TMDOTCOM tidak ingin bicara yang susah-susah, simple aja, di Indonesia juga ada contohnya. Tau Aurel Hermansyah? Anak dari pasangan Krisdayanti dan Anang Hermansyah yang dulu kayak gini..

tukangmarketing.com | Website humor Indonesia

Dan ini..

tukangmarketing.com | Website humor Indonesia

Dua foto diatas adalah edisi pertama dari Aurel Hermansyah. Kemudian, setelah diskusi dengan tim Marketing nya, Aurel pun kini berubah menjadi seperti ini..

tukangmarketing.com | Website humor Indonesia

Dan ini

tukangmarketing.com | Website humor Indonesia

Menurut kami, Aurel benar-benar melakukan sebuah re-branding yang efektif. Dia tidak mengganti merek lama, tetap bernama Aurel Hermansyah. Perbedaan hanya hadir dari kemasan, penampilan. Apa saja yang Aurel lakukan dan bisa anda pelajari? Cekidot..

1. Bisnis yang Terlupakan

Aurel awalnya adalah anak bisnis dari Anang-Krisdayanti, meski sekarang telah berganti CEO jadi Ashanti, tapi ingatan orang-orang kalau Aurel adalah hasil KD tetap tidak bisa diubah. Jika bisnis anda banyak, maka kami yakin kalian ada yang punya bisnis utama dan bisnis sampingan. Biasanya karna sibuk ngurusin bisnis utama, bisnis sampingan yang merupakan anak bisnis jadi terbengkalai. Akibatnya, jadi gagal. Padahal anak bisnis sama penting nya dengan bisnis utama anda. Ketika anda lupa dengan bisnis sampingan ini, perlahan pelanggan anda pun hilang.

2. Kualitas

Alasan lain ketika anda re-branding adalah kualitas. Kualitas produk anda ternyata gak asik, gagal mencuri hati target market. Malah parahnya dianggap bukan gangguan oleh para kompetitor. Akhirnya kamu pun duduk di pojokan sebulan, dan baru mendapat ilham untuk melakukan re-branding. Katakan lah produk mu sejenis dengan Aurel di masa lalu. Siapa yang mau beli?

3. Evaluasi

Anda harus melakukan evaluasi. Bagian mana dari produk anda yang harus diperbaiki, atau bagian mana yang perlu dinaikkan performa nya. Aurel pun menyadari hal itu. Dia tau bagian muka (semua sisi) kurang memuaskan,setali tiga uang dengan bagian badan (semua sisi). Evaluasi yang dilakukan Aurel benar-benar teliti. TMDOTCOM yakin hanya dengan evaluasi mendalam lah anda bisa sukses dalam re-branding. Biarlah kamu buang waktu 6 bulan hanya untuk evaluasi, biar lambat asal selamat.

4. Sulap

Setelah kesalahan di produk berhasil ditemukan, maka langkah selanjutnya adalah menyulap kesalahan tersebut menjadi hal yang baru. Aurel pun melakukan hal yang sama. Dia permak muka nya, dia permak badan nya, dia permak bagian-bagian yang kurang menjual. Dan hasilnya seperti yang kamu lihat, semua terlihat sempurna. Asoy!

5. Pamerkan

Apa artinya kerja keras mu selama ini jika tidak ditunjukan ke masyarakat umum. Kamu mau terkenal kan? Contoh lagi pada Aurel. Dia pasang satu foto di Instagram, hanya 1 foto dan biarkan gimana followers menilai. Sudah rame? Pasang lagi 1, liat lagi reaksinya. Cara Aurel ini kami sebut sebagai “Tes Umpan”. Ini hanya salah satu cara. Kecap Manis merek Sedap juga pernah melakukan hal ini sebelum meluncurkan Kecap Manis nya. Mereka pasang bilboard, banner, iklan Tv tentang sesuatu yang hitam dan manis. Reaksi masyarakat penasaran, baru deh luncurkan.

Sisanya, kalian tinggal berdoa kerja keras kalian urusin produk re-branding ini bisa menarik minat pasar. Sukur-sukur bukan cuma menarik, tapi meningkatkan sales yang dulu gagal tercapai. Ada yang mau nambahin?

Categories: Comedy Marketing

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*