Belajar Marketing ala Tempat Ibadah

Belajar Marketing ala Tempat Ibadah

Jeng..jeng… judul nya kontroversi? Oke, sebelum kita lanjutin pelajaran hari ini, TMDOTCOM mau kasih sedikit disclaimer dulu:

1. Jika anda berpikiran sempit. Harap tutup halaman ini dan masuk ke halaman lain.

2. Jika anda fanatik agama. Harap lakukan perintah nomor 1.

3. Jika anda mau belajar marketing. Ya lanjut.

 

Sudah paham? Baik, sekarang kami lanjutkan.

Rumah ibadah atau tempat ibadah, apapun itu sebutan nya adalah lokasi bagi orang banyak untuk beribadah kepada Tuhan- nya. Kira-kira itu pengertian dari tempat ibadah. Nah tempat ibadah ini sama seperti sebuah perusahaan, terbagi dua: Besar dan Kecil. Tempat ibadah besar berarti banyak umat nya. Sedangkan yang kecil berarti sebaliknya. Nah, untuk sesi ini, kita pelajarin aja cara marketing nya tempat ibadah Besar.

Tempat ibadah saat ini sudah menjadi lahan bisnis. Tapi ini bukan bisnis yang bisa dikerjakan dengan sembarangan. Maksudnya, si pemilik tempat ibadah harus lah orang yang mengerti tentang agama dari tempat ibadah tersebut. Katakan lah si A ini menyembah batu, tidak mungkin A bangun tempat ibadah untuk kepentingan umat penyembah kaleng teh botol (emang ada?). Lalu, bisa dipastikan tempat ibadah bisa menjadi sukses juga karna pemasaran yang tepat. Seperti apa? Nih simak..

1. Lokasi

Penting bagi usaha apapun untuk menentukan lokasi. Malahan bagi orang Tionghoa, lokasi adalah awal kesuksesan. Dan kalau ngomong soal lokasi, TMDOTCOM akan kasih contoh dengan Gereja. Gereja sangat pintar dalam memilih lokasi. Ambil contoh di Jakarta. Sulit mencari lahan dengan harga yang murah dan strategis, banyak Gereja besar memilih untuk membuka di gedung perkantoran yang terintegrasi dengan Mall, apartemen, dll. Jadi setelah ibadah, orang-orang bisa habisin waktu untuk jalan-jalan di mall. Cerdas!

2. Endorsement

Untuk promosi sebuah tempat ibadah, dibutuhkan endorser yang ciamik. Bekerja sama dengan tokoh agama adalah pilihan yang paling jitu. Terutama tokoh agama yang punya sosial media dan punya followers banyak serta aktif. Undang juga mereka untuk ceramah, otomatis followers mereka pun akan mencoba ibadah di tempat anda.

3. Kualitas

Yap, segala sesuatu butuh kualitas. Percuma gedung keren kalau tidak ada kualitas nya. Kualitas tentu datang dari ceramah, keamanan, fasilitas,dll. Sama seperti sebuah perusahaan. Jika produk nya gak bagus, siapa yang mau beli?

4. Alasan

Segala sesuatu butuh alasan. Kalau di tempat ibadah, orang-orang harus punya alasan kenapa mereka ingin ibadah di tempat anda. Apa karna pemuka agama nya gaul? Ceramah nya asik? Umat nya ramah? Jika dari segi bisnis, anda harus punya alasan juga kenapa orang-orang harus rela merogoh kocek mereka. Misal: Jika tidak menyumbang, akan masuk Surga, tapi cuma sampai halaman nya doang, sisanya di Neraka.

5. Website Ter-optimasi

Dengan adanya website yang optimasi SEO nya bagus, maka citra tempat ibadah anda pun akan naik. Minimal naik di dunia internet Indonesia. Dan tentunya makin bergengsi jika banyak umat yang tidak ngerti SEO melihat website anda ada di halaman 1 Google. Mungkin akan timbul pikiran begini ” Ternyata Google utusan Tuhan. Dia tahu mana yang terbaik.”

Kesimpulan: Alasan TMDOTCOM bikin artikel ini sebetulnya karna kami melihat Agama semakin hari semakin menjadi sebuah industri. Sebuah bisnis yang ke depan nya akan ramai. Mungkin dalam beberapa tahun ke depan, pertumbuhan rumah ibadah akan makin banyak. Kami juga agak prihatin, karna dengan makin banyak nya rumah ibadah, makin banyak juga orang yang menyalahgunakan status agama mereka.

Categories: Review Others

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*