Belajar Branding Dari Koruptor Untuk Bisnis Anda

Belajar Branding Dari Koruptor Untuk Bisnis Anda

Korupsi adalah cermin budaya bangsa Indonesia . Mencari pekerjaan di Jakarta memang tidak mudah. Banyak pekerjaan yang sebetulnya bisa kita kerjakan, masalahnya cuma satu, gak ada yang mau ngegaji. Contoh: Tukang sapu jalanan. Kamu bisa aja nyapu-nyapu jalanan, masalahnya ya siapa yang mau nge-gaji?

Salah satu pekerjaan yang menjanjikan kemakmuran dengan resiko yang bisa ditangani adalah koruptor. Ya, menjadi koruptor adalah impian yang baik untuk hidup sejahtera. Tapi, gimana cara jadi koruptor? Dan jika sudah jadi koruptor, apa yang bisa saya lakukan biar jadi koruptor beken? Untung nya saat ini kamu baca TMDOTCOM.

Di Indonesia, ada banyak koruptor yang bisa dipelajari sebagai contoh. Dan inilah cara branding nya koruptor.

1. Bekerja di Instansi/Perusahaan/Organisasi Strategis.

Kami tekankan, harus yang strategis. Kenapa mesti strategis? Gampang aja. Kalian bisa sih korupsi dimanapun, tapi kalau ada kesempatan korupsi uang 1 triliun, masa kamu mau korupsi uang 1 miliar?

Kesimpulan: Jika kamu punya bisnis, bisnis kamu pun sebisa mungkin harus strategis. Banyak pesaing bukan masalah. Asal kreatif. Koruptor juga banyak pesaing kan? Mereka tetap kaya. Masa kamu kalah?

2. Seperti Preman

Preman tidak perlu galak. Di Indonesia, preman selalu menawarkan kemudahan bagi klien mereka. Contoh:

Kamu: Jadi proyek ini harganya 1 miliar, Pak Oknum?

Oknum: Oke, saya bisa bantu kamu. Tapi gimana ya biar sama-sama enak? Ah gimana kalau gini saja. Di nota nya kamu tulis 5 miliar, nanti saya kasih kamu 1 miliar nya?

Kesimpulan: Sebagai pemilik bisnis, kamu pun harus memberi kemudahan bagi kustomer. Bagaimana mereka belanja, bagaimana mereka datang ke lokasi, bagaimana jika mereka ada keluhan, bagaimana cara transaksi, dsb. Kamu harus jadi preman yang baik.

3. Pintar Bergaul

Sebagai manusia, kamu tentu tidak bisa hidup sendiri. Untuk jadi koruptor yang beken, kamu pun harus punya pergaulan yang luas. Prinsip nya, banyak koneksi=banyak rejeki.

Kesimpulan: Begitupun dengan bisnis anda. Banyak koneksi, maka kesempatan untuk promosi lebih besar. Promosi lebih besar maka kesempatan terjadi nya penjualan juga gede. Mantap.

4. Jangan Pelit dan Jangan Serakah.

Kamu pikir kamu manusia super? Bahkan Superman pun tidak bisa menolong 2 orang di waktu bersamaan. Prinsip ini lah yang diterapkan para koruptor. Mereka bagi-bagi lahan dan rejeki pada orang sekitar. Sehingga, ketika terjadi hal buruk, mereka bisa lempar tanggung jawab dan cuci tangan. Aman.

Kesimpulan: Ya emang sih dalam bisnis yang lurus, kalian gak bakal ditangkep KPK. Tapi intinya begini, jika kamu merasa klien udah banyak, tapi sumber daya manusia kurang, kamu bisa loh bagi-bagi proyek ke pesaing kamu yang level nya lebih rendah dari kamu. Tentu harga nya sesuai kesepakatan aja sih. Kalau begini, kan bisnis kamu tetap bisa jalan tanpa menolak klien baru.

5. Pura-pura Sakit

Ceritanya masa jaya kamu sebagai koruptor sudah habis. Menurut Tuhan, kamu sudah tidak cocok jadi koruptor karna banyak koruptor muda bermunculan menunggu giliran. Akhirnya kamu pun tertangkap KPK. Ada 2 cara untuk bisa lolos dari persidangan yang membuat kamu malu atau dapat hukuman lebih berat:

1. Kabur

2. Sakit.

Di Indonesia, cara kedua adalah pilihan terbaik. Rakyat pasti bakal lupa andai kamu tidak muncul di 3 panggilan sidang akibat sakit. Kalau rakyat lupa, ada kemungkinan kamu bisa nyogok sana sini lalu lolos. Keren.

Kesimpulan: Begitu pula dengan bisnis. Resiko terburuk adalah kamu bangkrut atau banyak hutang sampai ditagih debt collector. Pura-pura sakit aja.

Ada yang mau nambahin? Maen di komen gih..

 

 

 

 

Categories: Comedy Marketing

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*