Belajar Branding Dari Ahok

Belajar Branding Dari Ahok

Basuki Tjahaja Purnama adalah nama asli Ahok, orang yang kini jadi wagub kota Jakarta atau mungkin saja jadi Gubernur DKI Jakarta, tentu kalau tidak ada hal-hal aneh. Menarik untuk menyimak sosok Ahok, dia sangat profokatif, gaya bicara ceplas ceplos, offensive seperti preman, pintar, taktikal, cenderung gila.

Pertanyaan nya, apakah Ahok sebetulnya sadar kalau yang selama ini terlihat dari dirinya adalah gaya branding yang keren?

TMDOTCOM mencatat Ahok punya dua cara untuk me-marketing kan dirinya.

1. Preman

2. Gila.

Kita bahas satu per satu.

1. Preman

TMDOTCOM punya teman yang kebetulan bule, dia bilang gini “Orang Indonesia kalau dikasih seragam pasti belagu”. Kalimat itu jelas menyinggung orang-orang yang pakai seragam di Indonesia. Kami setuju. Kalian bisa lihat hingga ke level anak sekolah. Kasih mereka seragam, maka mereka tawuran. #Upsss..

Sama dengan Ahok, ia pun berseragam, jadilah Ahok sebagai preman berseragam. Hanya beda di sasaran doang. Dia gak malakin rakyatnya.

Menurut TMDOTCOM, strategi marketing yang dilakukan Ahok ini keren banget. Kenapa? Karna dia membalik kebiasaan orang banyak. Contoh: Sebelum era Jokowi-Ahok, kita tahu pejabat-pejabat terdahulu menggunakan strategi kerja santai, duduk manis, pencitraan gak jelas, gak ada proyek untuk kota. Ahok kemudian muncul dengan gaya baru. Gaya yang buat sebagian dari kita aneh, karna sudah terbiasa dengan gaya marketing yang lama. Ini yang jadi kunci terkenal nya Ahok.

tukangmarketing.com | majalah marketing online | Jasa SEO

2. Gila

Gila adalah efek domino dari gaya preman yang wagub Jakarta ini lakukan. Banyak ya..banyak produk atau orang yang mengkampanyekan diri nya dengan slogan Gila, tapi kami melihat nya…biasa.

Ahok mengajarkan mereka bagaimana strategi marketing yang beneran Gila. Coba kalian pikir. Pejabat DKI terbiasa gak kerja, kemudian datang orang yang udah enak malah cari-cari kerjaan. Apa gak gila tuh?

TMDOTCOM berpikir, pujian tertinggi untuk Ahok adalah “Kamu gila Bro!”.

Apa yang bisa dipelajari? Begini, Ahok menyusun skema marketing Preman dan Gila ini secara perlahan dan sistematis. Awalnya dia mengikuti taktik Jokowi. Jokowi kalem, Ahok keras. Perlahan ketika Jokowi cabut dari Pemprov DKI, barulah Ahok bergerak lebih cepat menunjukan sisi Preman dan Gila ini.

Kesimpulan: Sama dengan strategi marketing yang pebisnis jalani. Harus mampu mengatur tempo permainan. Dalam hal ini, kamu mesti bisa melihat kapan mesti main cepat, kapan pelan. Kunci dari strategi Ahok adalah tempo permainan yang dibangun. Begitu sistematis.

Ada yang mau beri tambahan? Taro aja di kolom komentar ya.

 

 

Categories: Review Others

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*