Alternatif Kampanye Pencegahan Banjir

Alternatif Kampanye Pencegahan Banjir

Banjir terus menerus melanda Ibukota Jakarta. Sebagai seorang warga yang baik, tentu TMDOTCOM ingin membantu pemerintah ibukota. Siapa tahu, dengan beberapa saran dari kami, kita bisa mencegah banjir, minimal tahun depan.

Banjir memang tidak bisa dipisahkan dari Jakarta. Berbagai upaya pencegahan dikampanyekan setiap pergantian gubernur, dan hasilnya kita tahu sendiri. Mulai dari banjir kanal barat, timur, rencana bikin Giant sea wall, hingga detik ini masih belum bisa melawan banjir. Antara kekuatan alam yang emang kuat, atau memang warga Jakarta aja yang gak bisa berbuat apa-apa.

Kami juga tahu, berbagai cara sudah digunakan gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama aka Ahok untuk mencegah banjir. Mulai dari denda buang sampah sembarangan (kena 500 ribu), atau sodetan kali Ciliwung, atau pelebaran kali, atau yang gampang itu sekedar memberi peringatan jangan buang sampah di kali.

Apa itu semua efektif?

Beberapa diantaranya.. belum. Sisanya..gagal.

Demi menjadikan Jakarta bebas banjir, atau minimal agak aman dari banjir. Kami punya ide untuk pak gubernur.

1. Pendidikan

Pendidikan di Indonesia memang masih rendah. Tapi level pendidikan di Jakarta tergolong tinggi, karna memang pemerataan yang gagal. Heran nya, dengan banyaknya sekolah di Jakarta, tetap saja tidak ngaruh ke jumlah orang yang doyan buang sampah sembarangan. Ada yang salah? Tentu.

Solusi:  Sistem belajar di Jakarta harus dirubah seperti era kini. Menggunakan tablet, dan tentu saja ada game interaktif nya. Tiap anak mesti dengerin aturan-aturan di buku PPKN seharian di sekolah dengan headset. Ini semacam cuci otak.

2. Penyebaran Informasi 

Hingga detik ini, belum ada satupun cara efektif untuk membuat pintar orang Indonesia yang bodoh. TMDOTCOM pikir, salah satu cara untuk menyebarkan informasi yang terbaik bukan lagi dengan penyuluhan keliling daerah. Tapi menggunakan Meme Comic. Disebarkan dalam 1 buku atau bisa juga Ebook, ke warga yang tinggal di daerah resapan air dan bantaran kali. Isinya tentu aja tentang tingkah mereka yang tinggal di daerah sana. Sarkas.

3. Hukuman Untuk Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Denda 500 ribu tidak efektif, karna pemerintah juga tidak pernah mendenda si pelaku. Maka dari itu, hukuman dari kami adalah, tiap ada orang yang buang sampah tidak di tempatnya, besok paginya, halaman rumah si pelaku jadi bak sampah warga satu kelurahan.

4. Sediakan Tempat Sampah

Pemprov sudah siapkan rumah susun untuk orang yang bangun rumah di bantaran kali. Tapi, kita belum punya tempat sampah di tiap area. Jadi percuma banget pak Ahok koar-koar jangan buang sampah kalau tempat sampah nya gak ada.

5. Sosial Media

Peran sosial media bakal penting untuk menyebarkan informasi. Plus, jangan cuma pemerintah yang kampanye, tapi gunakan artis-artis sosmed. Banyak kok artis sosmed yang bisa nyebarin informasi macem begini. Pelaku buang sampah sembarangan datang dari level ekonomi rendah hingga tinggi. Tinggal disesuaikan endorser nya. Misal: Pakai artis dangdut koplo untuk kampanye di kampung-kampung. Dengan kampanye “Jangan Buang Sembarangan, Nanti Gak Digoyang Lagi.”.

Categories: Review Others

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*